Sepertinya metode ceramah adalah metode pembelajaran favourit guru-guru di indonesia. Murid duduk diam mendengarkan atau menulis (merangkum) adalah kegiatan dominan di sekolah. Atau jika tidak ada guru, anak mencatat materi pelajaran. Anak-anak dipaksakan mendengarkan pelajaran dari pagi hingga siang. Menggunakan otak kiri sampai jenuh dan mengesampingkan otak kanan.
Paradigma ini haruslah dirubah agar anak-anak Indonesia berubah menjadi anak-anak yang cerdas. Cerdas dan kreatif, cerdas dan imajinatif. Untuk hal yang terakhir ini saya teringat, kebiasaan umum anak Indonesia menggambar pemandangan dengan gambar 2 gunung, satu matahri, ada jalannya. Itulah mindset pemandangan yang telah mereka dapatkan dari guru-guru TK mereka!
Filed under: Otak, metode pembelajara

Recent Comments